Nama:Riska Alya Safitri
Absen:27
Kelas:IX-B
Apa si GWSM itu?
GWSM merupakan kelompok kesenian tradisional yang berasal dari Dusun Pakeron, Kelurahan Sumberarum, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang. Kelompok ini saat ini cukup digemari dan viral di berbagai platform, terutama TikTok.GWSM adalah singkatan dari Garuda Wisnu Satria Muda. GWSM berkembang menjadi salah satu komunitas seni yang cukup terkenal di wilayah Jawa, di mana dikenal tidak hanya sebagai penghibur tetapi juga sebagai pelestari warisan budaya.
Asal Usul dan Perkembangan
Awal Terbentuk:
GWSM lahir dari inisiatif pemuda di Dusun Pakeron, Magelang, yang memiliki kecintaan terhadap kesenian tradisional, khususnya seni jathilan.
Pendanaan Awal:
Kelompok ini memulai dari kegiatan karnaval dengan menggunakan kardus hingga memenangkan hadiah yang kemudian digunakan untuk pengembangan kesenian GWSM, seperti mengumpulkan dana dari warga desa.
Akses Media:
Awalnya, GWSM latihan menggunakan MP3 dan aplikasi musik di HP, dan membuat film dokumenter untuk memperkenalkan seni mereka.
Karakteristik GWSM
GWSM dikenal dengan pertunjukan jathilan, tarian tradisional yang memadukan unsur tari, musik, dan terkadang akrobatik, serta tari gedruk.
Mereka menggabungkan berbagai elemen seni, seperti tari, musik gamelan, dan drama, dengan cerita-cerita epik dari pewayangan.GWSM aktif di media sosial, seperti YouTube dan TikTok, menggunakan platform tersebut untuk menjangkau audiens yang lebih luas, terutama anak-anak dan remaja.
Pertunjukan yang ditampilkan oleh GWSM memiliki ciri khas, menggabungkan berbagai unsur seni, seperti tari, musik, dan drama. GWSM mengusung cerita-cerita yang diambil dari kisah pewayangan, yang merupakan bagian integral dari budaya Jawa.
Dalam setiap pertunjukannya, menyajikan kisah-kisah epik yang kaya akan makna dan nilai-nilai moral. Tokoh-tokoh, seperti Pandawa, Kurawa, dan Bima, sering kali menjadi fokus utama, dan kisah perang Bharatayudha adalah salah satu yang paling banyak digemari.
GWSM mampu menghadirkan kisah-kisah tersebut dengan penuh energi dan emosi, sehingga penonton dapat merasakan langsung dinamika dan intensitas cerita yang disampaikan.
Salah satu contoh pertunjukan GWSM yang sangat terkenal adalah kisah perang Bharatayudha. Pertunjukan ini menggambarkan pertempuran antara dua kelompok, yaitu Pandawa dan Kurawa, yang diwarnai dengan intrik, keberanian, dan pengorbanan.
Dengan iringan musik gamelan yang megah dan gerakan tari yang terampil, GWSM menciptakan suasana dramatis yang mampu memukau penonton.
Tidak hanya sekadar menghibur, pertunjukan ini juga memiliki nilai edukatif yang tinggi, karena mengajarkan generasi muda tentang kekayaan warisan budaya Indonesia dan pentingnya nilai-nilai moral dalam setiap kisah.
Keberadaan GWSM sangat penting dalam menjaga kelangsungan dan pelestarian budaya Indonesia. GWSM berupaya agar tradisi dan seni pertunjukan tidak hanya terjaga, tetapi juga terus berkembang seiring dengan zaman.
Selain itu gwsm juga memiliki chanel youtube dimana di chanel youtube itu mereka ngevlog keseharian mereka,saat pentas ,dan kadang membuat film. Dulu chanel youtube GWSM cuma gwsm berkembang menjadi bertambah Srotop TV, berkembang lagi menjadi Kusumawara dan yang terakhir Y2k Crew. Selain chanel youtube itu ada Chanel Yuswo Dyah dan Yuswo Peni selalu adik dari Cahyo Santoso. Siapa si Cahyo Santoso? cahyo santoso adalah orang yang pertama mengajak member member gwsm itu dia juga yang memiliki ide untuk membuat Chanel youtube tersebut .
Ini film yang dibuat GWSM
Film pendek "Pemberontakan di Sanggar Kami" dari GWSM (Garuda Wisnu Satria Muda) menjelaskan tentang konflik internal dalam sebuah sanggar kesenian, di mana seorang anggota mengungkapkan kekecewaannya terhadap anggota lain yang dianggap tidak becus dan berharap sanggar bisa menjadi juara, serta menyarankan mereka untuk menyerah jika tidak mampu.
Film ini menyoroti beberapa aspek:
Kekecewaan dan kritik:
Ada anggota yang merasa kecewa karena anggota lain tidak memenuhi standar dan berharap sanggar bisa meraih kesuksesan.
Tekanan untuk menjadi juara:
Ada keinginan kuat untuk menjadi juara, yang menimbulkan tekanan pada anggota sanggar untuk tampil lebih baik.
Saran untuk menyerah:
Ketika ada anggota yang dianggap tidak kompeten, muncul saran untuk "memakai rok dan menangis di depan ibu mereka", menunjukkan ketidakpuasan dan penolakan terhadap kegagalan.
Momen ketegangan:
Film pendek ini menyajikan adegan yang menegangkan, termasuk adegan perkelahian dan kesedihan, serta adegan aksi yang melibatkan beberapa sudut pengambilan gambar.
Selain film dibawah ini juga vlog GWSM
YouTube GWSM :
https://youtube.com/@garudawisnusatriamuda?si=xoe6FGiAe7QnWAK0
Tiktok GWSM:
https://www.tiktok.com/@gwsm.family?_t=ZS-8zbMWQeFce2&_r=1
My Instragram:





Tidak ada komentar:
Posting Komentar